Kali Code

Posted on

Sungai Code (Hanacaraka:ꦏꦭꦶ​ꦕꦺꦴꦝꦼ, Kali Codhe) atau Sungai Boyong (sebelah hulu) yang bermata air di kaki Gunung Merapi ini merupakan salah satu sungai yang mempunyai definisi yang amat urgent bagi penduduk provinsi Tempat Istimewa Yogyakarta, terkhusus tempat yang dilewati oleh sungai ini. Dengan mata air yang berlokasi di salah satu gunung yang aktif di dunia, mata airnya dimanfaatkan untuk pengairan persawahan di Sleman dan Bantul serta dipergunakan juga sebagai sumber air minum. Masalah utama yang mengancam sungai ini adalah polusi. Jembatan Sayidan melewati  sungai ini.

Sungai yang membelah kota Yogyakarta menjadi dua ini secara historis dibuat asas bagi berdirinya Kerajaan Mataram di Yogyakarta.

Disebabkan sungai ini berasal dari gunung berapi yang amat aktif, maka dari itu sungai ini seringkali mengalami banjir lahar, atau lebih diketahui dengan banjir yang akibat oleh berjatuhannya atau hanyutnya lahar dingin yang mengendap di kubah Gunung Merapi, sebagai sebab dari hujan yang berlangsung di kawasan gunung itu. banjir lahar yang bisa dipastikan akan senantiasa berlangsung jika endapan lahar yang terdapat di Gunung Merapi terkena hujan, sehingga lahar itu hanyut dan mengalir melalui sungai code akan mendatangkan akibat yang amat besar bagi penduduk di sepanjang bantaran sungai. Bnyak rumah yang rusak atau hanyut terkena terjangan banjir lahar dingin itu.

Untuk mengantisipasi datengnya banjir lahar, pemerintah kota sudah membikin talud di sepanjang pinggiran Sungai Code yang terdapat di kawasan Kota Yogyakarta, dan secara terencana melaksanakan pengerukan sungai dengan memakai ekskavator.

Sungai ini mengalir di kawasan selatan tengah pulau Jawa yang beriklim sabana tropis (kode: As berdasarkan pembagian iklim Köppen-Geiger). Temperatur rata-rata setahun sekitar 24 °C. Bulan panas adalah Sept, dengan temperatur rata-rata 27 °C, and paling dingin April, sekitar 20 °C. Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2802 mm. Bulan dengan curah hujan paling tinggi adalah Januari, dengan rata-rata 538 mm, dan yang paling rendah Sept, rata-rata 8 mm.

Baca Juga  sungai mentaya - Para Nakhoda Sering Takut Lewat Jalur disini

Semenjak dulu sudah didirikan pemukiman penduduk miskin di sepanjang sungai ini. Rumah-rumah di pinggir kali ini kerap rusak sebab banjir lahar gunung Merapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.